Rabu, 29 Juni 2011

betapa lucunya potret negri ini

kasus dari Century sampai TKI
dari Gayus sanpe Nazarudin

dan entah sekarang bagaimana kelanjutannya
rakyat serasa diombang ambing dan dipusingkan dengan berita-berita di media
Century belum selesai, pindah ke Antasari

sekarang, Nazaruddin belum selesai,
pindah TKI

berbicara mengenai TKI, musibah yang dialami Ruyati memang sangat memilukan
berita ini sangatlah menggegerkan indonesia

karena
belum lama pak presiden kita yang berpidato mengenai TKI
beberapa hari setelahnya, kasus ruyatin menggemparkan warga

dan tadi
aku sempat mendengar, kasus-kasus yang tidak jauh dari TKI bermunculan
seperti kasus TKI yang hilang tak ada kabar

sebenarnya, apa yang diinginkan pemerintah kita?
keinginanya sendiri ?
materi ?
fasilitas ?
kemewahan ?
jabatan ?
atau apa ?

Lihatlah,
orang-orang yang ada dibawahmu
mereka yang mengemis
mereka yang menyapu jalanan
mereka yang tinggal dibawah kolong jembatan

apakah hati Anda tetap tidak tergerak melihat itu semua ?

dulu, semua serba "janji"

wajarkan, kalau rakyatmu berteriak "turunkan", "naikkan gaji kami","dengarkan kami"
atau rintihan-rintihan lain yang memang itulah SEBENARNYA MAU MEREKA

mereka juga ingin hidup makmur seperti yang Anda "janjikan"

dengarkan mereka
kapan Indonesia Merdeka SESUNGGUHNYA
kalau anda tidak mendengarkan dan membuka lebar-lebar telinga Anda


4 komentar:

  1. Rani, ayo coba kita evaluasi diri lagi. Apakah seorang manusia bisa sempurna, walaupun mereka segambreng orang berpendidikan tinggi?

    Coba kita evaluasi diri lagi. Dari sekian banyak hal yang kita keluhkan dari pemerintah kita. Apakah kita pernah berterima kasih terhadap hal baik yang mereka berikan?

    Coba kita evaluasi diri lagi. Waktu SMA 9 dan SMA 8 secara bergiliran kena kepala sekolah korup, protesnya ada ada saja. Tapi sebelum masa itu terjadi, berapa banyak kita berterima kasih kepada negara yang sudah -dengan segala kekurangan yang ada- membangun sekolah-sekolah itu dan memberikan guru-guru serta membangun universitas-universitas tempat guru-guru itu dipersiapkan untuk kita, dan subsidi supaya biaya sekolah dan universitas negeri kita tidak begitu mahal?

    Dan masih banyak lagi.

    Bukannya aku bilang pemerintah tidak pernah melakukan salah. Dan bukannya aku bilang kita tidak boleh mengkritisi itu. Aku yang melatihmu debat, Rani, supaya kamu berpikir kritis..

    Tapi jangan sampe kita jadi orang menyebalkan. Semua orang tidak suka kalau hanya dikritik tapi perbuatannya tidak dihargai.

    Kalau kita mau mengkritik perbuatan buruk mereka, maka sebagai konsekuensi kita juga harus mau memberi pujian dikala ada perbuatan mereka yang baik :)

    Itu baru namanya fair :)

    BalasHapus
  2. aku memandang ini dari sisi mereka yang bisa dibilang tidak didengar dan hanya tau dari media yang memang kebanyakan menyiarkan demo, kasus, dsb

    dan alangkah lebih baiknya lagi kalau media juga berperan aktif memberitakan apa saja kebaikan yang pernah dilakukan pemerintah

    jadi semua warga tau, kebaikan dan keburukan. selama ini yang aku dapet, memang kurang seimbang di dalam dunia penyiaran dalam menyiarkan berita

    sebenernya aku juga sebagai anak tv radio juga bertanya-tanya, kenapa seperti ini ya ?

    ya, dan itu memang tugasku selanjutnya untuk membenahi hal-hal semacam ini
    karena tugas ku nantinya ada di media
    hahahahah
    amiin :)

    BalasHapus
  3. Nah, itu peranmu di dunia media dan jurnalistik :D

    Menurutku bagus sekali kalau media diberi kebebasan. Tetapi salah kalau media tidak memiliki pertanggungjawaban moral.

    Masalahnya kalo udah urusan jelek-jelekin orang, itu lebih menarik dan bagus untuk rating. Coba aja kalo kmu nggosipin orang, pasti lebih seneng jelek-jelekin kan :p

    Inilah salah satu sisi buruk dari demokrasi menurutku :)

    Bukannya demokrasi nggak penting, tapi penting untuk semua lebih dewasa ^_^

    BalasHapus
  4. sebenarnya terlalu banyak kepentingan politik para elite sana yang sebenarnya tak etis kalau terus ikut2 dalam setiap masalah... biarkan masalah ini selesai oleh pihak yang berwenang... kasian mereka yang udah cocok bekerja disana.. dan harus menepi dulu akibat kebijakan pemerintah yang kurang tegas... seharusnya jika kita mau membunuh tikus di lumbung padi, jangan bakar lumbungnya.. tapi bunuh saja tikus nya,... kasian para petani..

    BalasHapus

me

me

you

you

show your own