Selasa, 19 Juli 2011

feature pak pur ( part 2 )

JENIS-JENIS FEATURE
1. Minat Insani
    untuk mengaduk-aduk perasaan, suasana hati, bahkan menguras air mata. Feature ini termasuk yang paling
    efektif untuk menyentuh intuisi dan animo khalayak yang heterogen.

    Dalam Human Interest feature, setiap orang / setiap tokoh cerita diangkat bukan karena orang itu sedang 
    berkelimang kekuasaan, kekayaan/ wanita. Dia diangkat dan dihadirkan, justru karena dia manusia lemah,
    tak berdaya, tapi punya sesuatu yang tidak banyak dimiliki orang lain, yaitu keluhuran budi, keshalehan
    sosial, kearifan lokal, kesabaran tanpa batas/ kepasrahan untuk menyerahkan apapun yang dia punya 
    untuk kebahagiaan orang lain.
   

2. Feature Sejarah
    Berbagai tempat atau peninggalan sejarah dari 100 tahun silam, baik dalam lingkup internasional dan
    regional dan lokal, selalu menjadi objek cerita feature yang menarik. Berbeda dengan jenis feature yang
    lain, feature sejarah berusaha untuk melakukan rekonstruksi peristiwa, tidak hanya dari sisi fakta benda-
    benda, tapi juga mencakup aspek-aspek manusiawinya yang selalu mengundang daya simpati dan empati 
    khalayak.

    Di Indonesia, sebagian fakta dan peristiwa sejarah itu sangat monumental. Lantas, diabadikan dalam
    bentuk patung, tugu, diorama, prasasti.

    Kisah-kisah perjuangan kemerdekaan dengan kesaksian pelaku yang menjelaskan peristiwa itu terjadi,
    selalu menggugah selera khalayak. Sejarah tidak hanya berkata tentang peristiwa masalalu, sejarah
    mengajarkan kepada kita, bagaimana bersikap dan bertindak hari ini, esok, lusa.

3. Feature Biografi
    atau tentang riwayat perjalanan hidup/ tokoh seperti pemimpin masyarakat, publik figur / sesuatu
    bermanfaat bagi peradaban manusia senantiasa mendapat tempat terhormat di perpustakaan bangsa dan 
    sekolah.

    1. tokoh ( pemimpin pemerintah / masyarakat )
    2. Publik figur
    3. Mereka yang mengabdikan hidupnya untuk megara dan bangsa
    4. Sesuatu yang bermanfaat bagi peradaban manusia

contoh : Karya Ramadhan K.H Sastrawan
             Cerita : perjuangan, pengabdian. sekaligus kecintaan Inggit Ganarsih kepada sang suami, mantan 
                         presiden RI Soekarno.
             Judul : Ku Antar Ke Gerbang

4. Fature Perjalanan
    mengajak khalayak untuk mengenali lebih dekat tentang suatu klegiatan / tempat yang dinilai punya daya
    tarik tertentu.

5. Feature petunjuk praktis
    feature yang menuntun / mengajarkan tentang bagaimana mengerjakan sesuatu

    Contoh : Cara kawin silang, penggunaan TTG

6. Feature Ilmiah
    Feature yang mengungkap tentang sesuatu di dunia sains

    Contoh : Penelitian bawah samudra

Feature merupakan gabungan komponen, dokumen peristiwa, opini pihak terkait, reekspresi manusia yang penuh imanjinasi dalam penyajian.

3 macam realita dalam feature
1. peristiwa / event
2. kasus
3. fenomena gejala


FEATURE TERMASUK JURNALISME SASTRA

1. Memasukkan unsur reportase secara inovatif
    * Gaya urutan dgn bahasa tutur dan memperkaya teknik jurnalistik
    * Gaya bahasa lentur & lincah yang lazim dihunakan dalam kesastraan
    * Menggali ketrampilan dan kemahiran berbahasa yang lincah dan lentur
    * Lebih inovatif dan objektif terhadap pemberitaan dan memenuhi syarat 5W1H

Ciri-ciri feature :
* Mengandung unsur cerita yang tidak terbatas dengan cerita kehidupan, tapi bisa juga alam, penemuan, dll.
   Oleh karena itu feature dapat berbentuk karya naratif, deskriptif, eksposif.
* Situasi bahasa text homogen. Artinya, pencerita berkecenderungan bercerita sendiri tentang objek
   pembicaraan.
* Berakar pada cerita tentang peristiwa nyata. Artinya, apa yang diceritakan adal;ah kenyataan bukan
   rekayasa
* Alur cerita menggunakan alur datar. Karena feature tanpa penekanan pada konflik sebagai sarana
   memancing rasa ingin tahu pendengar.
* Disajikan dengan bahasa yang indah, bukan lugas. Dalam hal ini fature = fiksi. Sama-sama memanfaatkan
   keahlian dan kreatifitas. Penulis mengeksploitasi dan melontarkan bahasa untuk menghasilkan artistik.

PERENCANAAN FEATURE

1. IDE = dari media massa, perpustakaan, dokumen / setelah mencari, membaca, menmdengar dari siapapun

2. TOPIK =  kalimat topik bersifat memaparkan / menjelaskan
    Hal-hal yang menarik untuk dijadikan topik :
    a. Menyentuh perasaan
        terkait dengan harkat dan martabat kehidupan manusia yang menyentuh perasaan
    b. Menyentuh drama kehidupan
        kata orang, kehidupan bagai panggung sandiwara. Semua bias terjadi tanpa terduga. Sementara nasib
        tidak selalu baik/ buruk.
    c. Unik dan mengherankan
        Topik semacam ini selalu menarik perhatian karena ada sesuatu yang unik, ganjil, mengherankan
    d. Punya dampak kepada masyarakat
        ketertarikan manusia terhadap berita yang punya dampak pada dirinya

feature pak pur ( part 1 )

Dari beberapa penulis tersebut, ada beberapa unsur dalam feature itu :
a. feature adalah tulisan khas dan gayanya khas
b. tidak takluk pada teknik penulisan berita / lempang
c. bersifat ringan
d. membicarakan tentang sesuatu yang ada kaitannya dengan sumber berita
e. mengandung nilai berita menarik dan estetik
f. dipaparkan secara hidup dan kreatif

TUJUAN : memberi tahu, menghibur, dan meyakinkan khalayak

menarik itu diinginkan tapi tidak dibutuhkan
ada peristiwa / cerita yang memang tidak bisa / sulit disampaikan sebagai berita lugas. Selain sebagai berita halus/ soft contoh peristiwa yang sarat dengan kemanusiaan


Topik feature :
* menyentuh
*dramatis
* unik
* kemanfaatan

Feature yang baik dalah seni kreatif dan faktual, bukan fiksi. Ia menggali suatu peristiwa / situasi dan menata informasi kedalam suatu cerita yang menarik dan logis.

Feature bisa membuat khalayak tertawa/ terharu, geram/ menarik nafas panjang. Dalam cerita feature, reporter harus menonton fakta dengan cara seleksi, struktur, dan interpretasi daripada fakta yang mengontrol reporter. Mengontrol fakta bukan berarti mengekspresikan opini dan pasti bukan memfiksikannya, bukan pula memanipulasi fakta demi suatu keunggulan, tetapi berusaha memberi pandangan yang lebih jelas mengenai realitas seperti dilihat seorang pengamat yang terampil dan tidak memihak

Sebagai pencerita, reporter harus menguasai bahasa, pengetahuan bercerita, pengembangan karakter, dll. Reporter membuat khalayak merasa terlibat, sehingga ingin tau lebih lanjut, khalayak merasa didekatkan dengan peristiwa, tindakan / pribadi yang digambarkan reporter, khalayak punya perasaan sebagai saksi mata sebuah peristiwa.

Bahan pak Pur Indepth news

Indepth news :
1. Tentukan ide, topik, angle
2. Dalam lead, dapat di awali dgn adanya peristiwa / pendapat sebagai informasi awal
3. Cari fakte/ pendapat yang ada kaitanyya dan konteksnya dgn informasi awal tersebut ( melalui angle )
4. Cari minimal 3 angle lain. Angle tersebut berupa fakta yang didukung pendapat/ pendapat yang didukung
    oleh fakta
5. Setelah mendapat fakta/ pendapat dari engle lain, kemudian rangkaikan da;am tulisan dengan struktur
     piramida terbalik
6. Siapkan pula sound effect / atmosfer sebagai pendukung format tersebut
7. Perhatikan kaidah penulisan berita, kalimat aktif, pendek, bahasa teratur, tanda baca
8. Perhatikan penulisan kata dan kalimat
9. Durasi 1.30 detik
   

Kamis, 07 Juli 2011

Wawancara Studio


WAWANCARA STUDIO

Plus Minus Studio
      Studio - Keuntungannya: kedap suara kualitas rekaman baik.
      Kerugiannya yang diwawancarai mungkin serasa diintimidasi oleh semua peralatan. Maka buatlah yang diwawancarai merasa nyaman dan nyaman di studio. 

BEDA WWCR TV & CETAK
      Dalam prinsip jurnalistik sebenarnya tidak ada perbedaan. Kriteria layak berita di suratkabar dan di media televisi, relatif juga sama.
      Media televisi penekanan lebih besar pada aspek visual (gambar). Karena televisi adalah media audio-visual.
      Di media cetak, dapat bekerja dan menulis sendiri berita atau artikel dengan byline, mencantumkan nama sendiri di tulisan tersebut. Walau tulisan yang dimuat tetap melalui proses penyuntingan dari segi bahasa ataupun content.
       Di media televisi, tampil secara individual sulit dilakukan, karena semua paket berita atau tayangan dikerjakan secara kolektif. Untuk liputan berita pun minimal sudah harus dikerjakan berpasangan, oleh seorang reporter dengan seorang camera person. Walaupun, bisa juga dilakukan seorang diri sebagai VJ (video journalist). 

KEUNTUNGAN & KERUGIAN
      Untungnya, kinerja setiap producer atau jurnalis di media TV sangat transparan. Setiap orang bisa menilai, karena ada ukuran kinerja yang jelas, yaitu rating dan share setiap program. Ini memberi tuntutan pada setiap producer dan crew program yang dipimpinnya, untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja.
       Walaupun, bisa saja didebat bahwa angka rating dan share itu tidak identik dengan kualitas program. Namun, dalam iklim industri media televisi sekarang, bottom line-nya memang bukan pada kualitas program, tetapi pada keuntungan dari pemasukan iklan. Suka atau tidak, itu kenyataannya. 

Plus minus Cetak vs TV
      Permanence: media cetak dapat didokumentasikan, dapat disimpan untuk waktu lama, misal utk dikliping. 1 koran juga dapat diasumsikan dibaca lebih dari satu orang.
      Depth :  media cetak dapat menyajikan lebih banyak data sehingga memiliki potensi kedalaman pembahasan yang lebih tinggi dibanding media elektronik 

OPENNESS
Dari semua media massa, media massa cetak adalah media yang paling terbuka kepada pembacanya. Pembaca atau orang awam diperbolehkan mengirim surat pembaca atau mengirimkan sendiri artikel karangan mereka. Sedangkan keterbukaan untuk mengajukan suatu pandangan, pemikiran terhadap suatu isu atau wacana juga bisa didapat pembaca melalui kolom artikel yang disediakan oleh media tersebut. 
      KEKURANGAN media cetak dibanding media elektronik Adalah Speed. Media cetak kalah dibanding media elektronik

EXPOSURE & FREQUENCY
      Exposure, media cetak memiliki besaran audiens yang jumlahnya relatif lebih kecil dibanding media elektronik
      Frequency, kekurangan media cetak dalam menyajikan informasi dibanding media elektronik adalah frekuensinya atau pengulangan terhadap suatu isu atau informasi. Media televisi atau radio dapat melakukan pengulangan berkali- kali dalam suatu hari mengenai suatu peristiwa penting. Sedangkan media cetak hanya dapat terbit satu kali sehari saja, paling banyak.
      Media televisi dituntut untuk menjadi komunikator yang lebih efektif, mudah di mengerti serta jauh dari kesan bertele- tele. Oleh sebab itulah, penulisan berita untuk media visual tidak sedetil pada media cetak atau media elektronik lainnya . 

BAHASA TELEVISI
1. Singkat dan padat, berhubungan dg jumlah kata tapi bisa ditangkap oleh   pemirsa. Karena TV menampilkan audio dan penggambaran visual. 
2. Sederhana, Pilihan kata atau ungkapan dan kesederhanaan gaya bahasa. 
3. Lugas. 
4. Menarik. 
5. Bahasa dan penulisan harus memperhatikan the art of writing sesuai dengan tingkat wawasan dan intelektualitas pemirsanya 

BEDA WWCR TV, RADIO, CETAK
a. Wawancara Pers ( Media Cetak )
 
      Wawancara pers dapat jauh lebih santai dan pernyataan dapat lebih panjang. Artikel featur surat khabar dan majalah akan meliput isu secara lebih dalam dan memberikan lebih banyak ruang kepada anda. Wawancara pers memiliki persyaratan yang sama dengan media elektronik ditinjau dari sudut kesingkatan dan nilai berita. Sifat wawancara pers yang tampaknya santai dibandingkan dengan wawancara media elektronik dengan mikrofon, kabel, lampu serta rasa urgensi tetapi menuntut kesamaan syarat dan sama dengan media elektonik

B. WWCR TELEVISI
  • Sebagian besar orang yang diwawancarai  kebanyakan takut akan wawancara TV. TV lebih menuntut dalam arti audiens yg melihat dan mengejar anda.
  •  Bahasa tubuh, pakaian, latar belakang, dan gerakan anda semuanya memberikan konstribusi pada komukasi dengan audiens. Penampilan termasuk pakaian, rambut dan ekspresi muka penting di TV  
  •  
  • C. WWCR RADIO
      Radio memiliki karakteristik dengan manfaat komunikasi yang tidak dapat ditandingi oleh TV. Radio mengudara 24 jam sehari disebagian besar kota dengan berita setiap jam serta banyak kesempatan bagi anda untuk berbicara kepada audiens dalam acara “ talk show” dan “ talk back”. Radio menawarkan ruang lingkup lebih banyak dalam waktu penuh yang tersedia disebagian besar keadaan. Transmisi radio telah berkembang 3 kali lipat dalam 25 tahun silam dengan lebih dari satu miliar radio penerima didunia. Kira-kira satu untuk setiap 4 orang di bumi. Orang mendengar radio ketika mereka sedang berjalan, jogging, melakukan pekerjaan rumah tangga, di pantai, mandi di pancuran dan bercinta.(Deakin University, 1985:5). 
      Info Radio adalah KEKINIAN . Wawancara yang direkam HARUS segera disiarkan Radio memberikan ilusi hubungan “satu untuk satu”. Pendengar merasa  jatuh cinta dengan penyiar dan kaget mengetahui bahwa orang lain membagi hubungan yang sama. Satu teks menguraikan bahwa radio “Sesungguhnya merupakan piranti kita untuk menguping percakapan yang terjadi diantara 2 orang“. (King dan Robert, 1973: 24-32
      Tetapi info radio hanya suara yang berlalu dengan cepat. Radio bukan medium untuk penjelasan yang kompleks atau daftar fakta dan statistik. Radio dapat sangat intim dan  hangat. Sedangkan media cetak dingin. 

CARA WWCR DI MEDIA ELEKTRONIK
1. Live atau Siaran Langsung, 
      Wawancara yang dilakukan dengan mengundang narasumber ke stasiun televisi dan radio yang bersangkutan atau melalui telepon.
 2. Wawancara Di Studio
      Wawancara yg dilakukan di studio, pewawancara biasanya akan memberikan anda beberapa pengarahan tentang apa yang harus anda lakukan. Kalaupun tidak, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, seperti:
      · Mikrofon: Pastikan jarak antara mulut dengan mikrofon tidak terlalu dekat tapi tidak terlalu jauh. Jarak ideal antara mulut dengan mikrofon adalah satu kepalan tangan. Pastikan pula anda tidak banyak bergerak karena akan mempengaruhi kualitas suara anda di udara. Masalah ini bisa diatasi jika radio yang bersangkutan menggunakan mikrofon yang menyatu dengan headphone. Oya, satu hal lagi, jangan sekali-kali meniup atau mengetuk-ngetuk mikrofon. Ini bukan pidato di kelurahan hehehehe..  
      · Headphone dan kontrol suara: Jangan anggap remeh fungsi headphone. Kegunaan headphone adalah untuk memonitor kualitas suara anda. Jangan segan-segan meminta pada operator atau penyiar untuk mengecilkan atau membesarkan suara di headphone sesuai dengan kenyamanan pendengaran anda.
      · Matikan ponsel anda. Sinyal ponsel bisa mengganggu perangkat elektronik di studio. Matikan
3. WWCR LEWAT TELPON
      Wawancara langsung melalui telepon berbeda dengan wawancara langsung di studio. Kualitas suara telepon jauh lebih rendah sehingga seringkali membuat anda harus bicara ekstra keras dengan pengucapan yang jelas. Itu yang terpenting. Hal lain yang juga harus diketahui:
      · Anda tidak akan langsung mengudara begitu di telepon. Idealnya anda akan di brief tentang apa yang harus dilakukan. Pada saat itu pastikan suara di ujung sana bisa anda dengar dengan jelas
      · Sebisa mungkin minta si pewawancara untuk menghubungi nomor rumah atau kantor dan jangan melalui handphone.
      · Jangan bicara terlalu dekat dengan spiker telepon. Sesuaikan jarak yang nyaman.
Seringkali anda tertarik mendengar suara anda langsung melalui di televisi dan radio.
      Namun sebaiknya jangan. Pertama dia bisa menimbulkan suara feedback atau berdenging. Kedua seringkali ada keterlambatan atau delay di televisi dan radio sehingga akan menganggu proses anda mendengarkan wawancara. Kalaupun anda tetap ingin mendengarkan melalui televisi dan radio, pastikan volumenya tidak terlalu besar. 

PRE RECOREDED(DIREKAM DULU)
      Untuk kemudian di edit sebelum disiarkan. Ini juga bisa dilakukan di studio televisi dan radio yang bersangkutan atau sipewawancara yang datang kepada anda dan melakukan wawancara dengan alat rekam atau juga melalui telepon. Pada prinsipnya wawancara pre-recorded ini sama dengan wawancara lain. Hanya saja bedanya dia tidak dilakukan secara live. Karena itu perhatikan poin-poin sebelumnya.
      Selain itu ada hal lain yang juga anda perlu perhatikan, terutama berkaitan dengan wawancara yang dilakukan dengan alat rekam. Setiap alat rekam yang digunakan oleh pewawancara memiliki karekteristik yang berbeda-beda. Ada yang masih menggunakan kaset recorder biasa, mini disc recorder atau bahkan IC recorder yang sudah canggih. Para wartawan televisi dan radio itu pasti tahu seluk beluk alat rekam mereka. Namun tidak ada salahnya kalau anda memastikan untuk berbicara dengan jelas. Jangan segan-segan untuk bertanya pada pewawancara anda apakah suara anda sudah cukup jelas direkam. 

BEDA WWCR TV DG MEDIA LAIN
1. Suara/Audio  
      Perbedaan paling utama tentu saja adalah adanya unsur video atau audio. Sudah pasti dalam wawancara televisi video dan suara anda akan muncul. Dalam wawancara dengan media cetak, suara anda akan di rubah dalam bentuk tulisan sehingga masih memungkinkan adanya perbaikan dalam hal tata bahasa atau jika ada pendapat anda yang bisa disalah tafsirkan. Wartawan yang baik tentu akan menghubungi anda untuk konfirmasi ulang dan dengan mudah perubahan itu bisa dituliskannya. Tapi di televisi ini berarti anda harus merekamkan kembali merekam ulang dan itu tentu perlu waktu.
      Karena itulah kontrol suara sangat penting saat melakukan wawancara televisi begitupun jugan dengan radio, tapi tujuannya bukan supaya suara anda jadi bagus sebagus suara Pak Sambas (alm), tapi lebih kepada agar apa yang anda sampaikan itu terdengar jelas, baik dari segi artikulasi, penyebutan maupun volume suara.
      Jika suara yang terdengar terlalu besar, menjauhlah dari mikrofon dan sebaliknya. ‘Penyakit’ lain yang juga sering muncul berkaitan dengan suara ini adalah apa yang disebut sebagai bopping dan hissing. Bopping akan terjadi jika penyebutan huruf “b” atau “p” terlalu keras atau berlebihan sehingga menimbulkan suara aneh. Hissing muncul pada penyebutan huruf seperti “s” atau “x” yang berlebihan sehingga juga akan terdengar aneh dan menggangu kejelasan suara anda. Atasi dengan mengontrol jarak dengan mikrofon


2. Sekali lewat.  
      Televisi dan Radio adalah medium sekali dengar. Karena itu jangan bicara bertele-tele. Pastikan anda bicara to the point walaupun mungkin anda diberikan waktu wawancara yang panjang. Siapkan atau tuliskan poin-poin yang akan anda sampaikan. Asal tahu saja, kemampuan orang mendengarkan dan melihat di televisi dan radio sangat terbatas. Bahkan konon kemampuan orang menangkap pesan yang didengar di radio hanya maksimal 5 menit begitu juga di televisi, setelah itu mereka akan hilang konsentrasi. Jangan pula mendominasi pembicaraan. Biarkan pewawancara yang memegang kendali.

3. Unsur Emosi  
      Selama ini mungkin banyak yang berfikir bahwa wawancara melalui radio relatif lebih mudah, apalagi karena wajah anda tidak nampak, seperti di televisi. Tapi percayalah, emosi anda, suasana hati anda, bahkan sering kepribadian anda akan lebih nampak dari suara sedangkan di televisi semosi langsung terlihat pada pemirsa di rumah. Karena itulah dalam wawancara televisi dan radio, penting bagi anda untuk menjadi diri sendiri. Ingat! Anda bukan penyiar. Jadi jangan terlalu memusingkan mutu suara anda. Jadilah diri sendiri. Anda diundang bukan karena suara anda yang berat dan bagus seperti Pak Sambas (alm) atau Olan Sitompul. Anda diundang karena pendapat yang anda sampaikan. Tetaplah santai seperti layaknya bercakap-cakap biasa, tapi tetap kontrol suara anda agar apa yang anda sampaikan itu jelas. Walau ini bukan televisi, tapi jika anda tidak santai, justru akan sangat terasakan oleh pendengar. Bahkan dalam beberapa kasus, suara anda bisa terdengar cempreng. 

4.      Kejujuran, kehalusan dan keharuan
      Ada tiga unsur vital lain dari seluruh wawancara media, kejujuran, ketulusan, dan keharuan atau empati.
      Sebaiknya selalu jujur terhadap media. Ini tidak berarti harus memberitahukan segala hal kepada wartawan. Tetapi seyogianya menceritakan kebenaran dalam apa yang anda katakan. Juga sebaiknya tidak bersifat menghindar dalam menjawab pertanyaan. Dalam media elektronik, audiens akan dapat mendengar atau melihat hal ini dan akan percaya anda sedang menyembunyikan sesuatu yang buruk. Wartawan akan menyadari dan menghampiri untuk menghantamnya..
      Sebagian besar wartawan sudah terlatih dalam teknik bertanya. Apakah seseorang menceritakan kebenaran. Beberapa orang terganggu jika ditanyakan pertanyaan serupa atau sama beberapa kali. Pertanyaan yang diulang-ulang dengan segala dalam bentuk sudut berbeda hanya merupakan salah satu cara memeriksa konsistensi dalam jawaban.

KEKUATAN AUDIO VISUAL
      Menurut Babin, televisi bekerja dengan prinsip symbolic way. Televisi menggunakan imaginasi, gambar, intuisi, cerita, nyanyian, dan pengalaman-pengalaman yang di-share-kan. Pewartaan iman, menurut Babin, bisa dijalankan dengan dua cara, yaitu katekese (instruksional) dan symbolic way. Namun dalam zaman televisi ini, terlebih bila kita ingin mengadakan pewartaan iman melalui televisi, atau pewartaan/pendalaman iman bagi generasi yang dipengaruhi bahasa televisi, kita harus menggunakan bahasa simbolis. Alasannya, bahasa jenis ini mempunyai pendekatan yang penuh gambar, imaginasi dan cerita. Dampaknya bisa mendalam, menyentuh emosi orang. Tujuan utamanya bukan pemahaman intelektual, tetapi keterlibatan hati dan pertobatan. 11 Iman di zaman sekarang harus ditemukan dalam kesadaran akan pentingnya mata, atau interioritas pribadi manusia. Hanya iman yang dibangun di atas interioritas pribadi akan bertahan dan berkembang. Symbolic way adalah cara yang paling cocok untuk meletakkan suasana yang nyaman bagi sabda Tuhan di zaman modern, di antara generasi TV.
      Kekuatan symbolic way tersebut digarisbawahi oleh Walter Fisher, seorang profesor pada Communication Arts and Sciences, University of Southern California 12. Ia berpendapat bahwa semua bentuk komunikasi manusia perlu dilihat sebagai ceritera yang dibangun lewat sejarah, kebudayaan dan karakter manusia. Pada dasarnya manusia adalah “binatang” yang suka bercerita. Hal ini ditegaskan dengan fakta bahwa sebagian besar tradisi religius diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita yang dikisahkan kembali. Dari sudut pandang naratif, bagaimanapun juga, nilai adalah inti sari dari sebuah cerita. Alkitab, misalnya, berisi banyak cerita.
      William F. Fore dalam buku Mythmakers: Gospel, Culture, and the Media juga menunjukkan pentingnya perumpamaan atau cerita. Perumpamaan adalah cerita biasa yang mengandung kebenaran-kebenaran yang tidak biasa dan amat penting. Metafora adalah kata-kata yang membantu kita melihat hal-hal biasa dengan cara yang luar biasa. 13 Menurut Fore, manusia mengambil keputusan berdasarkan alasan-alasan baik yang dapat dibentuk melalui sejarah, biografi, kebudayaan dan karakter. Rasionalitas cerita ditentukan oleh koherensi dan sifat patut dipercaya dari sebuah cerita. Koherensi cerita berkaitan dengan bagaimana cerita itu tampak mungkin bagi pendengarnya. Kita sering menilai koherensi sebuah cerita dengan membandingkan cerita yang satu dengan cerita lainnya yang pernah kita dengar sehubungan dengan tema yang sama. Sebuah cerita dapat dipercaya apabila terasakan sesuai dengan pengalaman para pendengar, atau cocok dengan cerita kehidupan yang mungkin akan mereka sampaikan.
      Hal ini disebabkan oleh sifat televisi sebagai sebuah media audio-visual (ada suara dan gambar). Dari segi suara (audio), ada kemiripan televisi dengan media radio. Namun, unsur gambar (visual) inilah yang menjadi ciri khas, sekaligus kekuatan, media televisi.

      Kalau seorang reporter dari suatu suratkabar baru pulang dari tugas liputan, redaktur biasanya langsung bertanya: “Kamu dapat berita apa?” Sesudah jelas, informasi apa yang diperoleh dan mau ditulis, baru si redaktur bertanya: “Ada fotonya?” Di banyak media surat kabar di Indonesia, foto (gambar) lebih sering diposisikan sebagai pelengkap berita, bukan yang utama. Artinya, tanpa satu foto pun, berita itu tetap bisa dimuat.
      Hal yang kebalikannya justru terjadi di media televisi. Jika seorang reporter dengan camera-person-nya baru pulang liputan, si producer (sama dengan redaktur di media cetak) akan bertanya: “Kamu dapat gambar apa?” Aspek gambar lebih diperhatikan karena memang pada gambar inilah letak kekuatan media televisi. Penulisan narasi untuk paket berita di media televisi tergantung pada ketersediaan gambar. Bahkan tak jarang, alur narasi itu sendiri menyesuaikan dengan alur gambar.
      Karena gambar (dan suara) menjadi kekuatan media televisi, seorang producer sering mengeksplorasi dua aspek tersebut, khususnya untuk liputan-liputan yang menghasilkan gambar dinamis dan dramatis. Misalnya, liputan tentang kerusuhan massal, yang disertai dengan perusakan, penjarahan, dan pembakaran. Tanpa banyak narasi, gambar peristiwa itu sendiri sudah cukup informatif dan menarik perhatian pemirsa. Narasi hanya bersifat menuturkan hal-hal yang tidak bisa diceritakan lewat gambar.





Creative Thingking


Ciri-ciri Kepribadian Kreatif menurut Csikszentmihalyi :
1.      Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja berjam- jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bisa tenang dan rileks, tergantung situasinya.
2.      Pribadi kreatif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga naïf. Mereka nampak
memilliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti anak-anak (child like). Insight mendalam nampak bersamaan dalam ketidakmatangan emosional dan mental.
3.      Mampu berfikir konvergen sekaligus divergen.
4.      Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin.
5.       Pribadi kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada   
               realitas. Keduanya diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari kekinian tanpa kehilangan
               sentuhan masa lalu.
6.      Pribadi kreatif menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun ekstroversi.
7.       Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya pada saat yang sama
8.      Pribadi kreatif  menunjukkan lecenderungan androgini psikologis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender (maskulin-feminin)
9.      Orang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam penilaian  karya mereka.
10.  Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang luar biasa.



Jurnalistik Kreatif
Kreativitas merupakan salah satu elemen penting dalam kerja di bidang jurnalistik. Tidak hanya terkait bagaimana mengembangkan dan melanjutkan agenda pemberitaan tetapi juga untuk memperkaya laporan dari lapangan. Dengan kebiasaan menciptakan sesuatu yang kreatif maka laporan akan menjadi lebih menyeluruh, mendalam dan menarik.

Capturing. Jangan biarkan ide lewat begitu saja di depan Anda. Mengandalkan memori saja untuk mencatat nukilan-nukilan ide yang mampir di kepala Anda, rasanya tak mungkin. Catatlah ide-ide yang muncul mendadak itu di dalam ponsel, notes, atau pada media apapun yang bisa ditulis. Siapkan juga alat pencatat atau perekam di samping Anda, karena seringkali ide-ide brilian muncul sesaat sebelum atau sesudah Anda terlelap.
Agar terbantu mendapatkan ide-ide segar, usahakan untuk meluangkan waktu khusus di pagi hari untuk mencari ide. Namun dimanapun dan kapanpun, ide pasti berada di sekitar Anda.

Surrounding. Lingkungan di sekitar Anda adalah lahan tempat berkumpulnya ide-ide kreatif. Anda hanya perlu berinteraksi dengan lingkungan, mendalami pikiran dan menajamkan isnting Anda. Banyaklah bergaul dengan orang-orang dari latar belakang, kepribadian serta minat yang jauh berbeda dengan Anda. Jika perlu, ubah tata letak perabot di rumah Anda, ciptakan suasana yang segar dan tidak monoton, ini akan membantu pikiran Anda tetap dinamis sehingga ide bisa muncul kapan saja Anda mau.

Challenging. Bersikap lebih keras pada diri sendiri terkadang harus Anda lakukan untuk melecutkan ide dan kreativitas yang menyumpal otak. Cobalah untuk menyelesaikan permasalahan sulit, maka Anda akan tertantang untuk mengeluarkan ide-ide brilian yang selama ini tidak terpikirkan oleh Anda.
Ini mungkin gila, tapi patut dicoba. Cobalah berjalan di kota yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya, biarkan Anda tersesat. Rasa penasaran untuk menemukan jalan pulang inilah yang memunculkan jawaban. Bagian tersulit yang Anda hadapi saat memecahkan suatu permasalahan inilah yang akan merangsang syaraf otak untuk terus menerus bekerja melecutkan ide.

Broadening. Seseorang yang kreatif pastinya memiliki wawasan yang luas. Karena itu jangan pernah bosan untuk terus mempelajari hal-hal baru yang mungkin sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia Anda. Membaca banyak buku, majalah atau menonton film dokumenter dan berselancar untuk menjelajahi situs-situs pengetahuan populer juga bisa Anda lakukan. Sempatkan juga untuk mencari ilmu di perpusatakaan, galeri seni, pertunjukan teater, museum, seminar, pameran buku, acara bedah buku atau acara publik lainnya.



Inkubasi: adalah tahap dieraminya proses pemecahan masalah dalam alam prasadar. Tahap ini berlangsung dalamm waktu yang tidak menentu, bisa lama (berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun), dan bisa juga hanya sebentar (hanya beebrapa jam, menit bahkan detik). Dalam tahap ini ada kemungkinan terjadi proses pelupaan terhadap konteksnya, dan akan teringat kembali pada akhir tahap pengeraman dan munculnya tahap berikutnya.
Iluminasi: munculnya gagasan atau inspirasi untuk memecahkan masalah
Verivikasi:bertindak

Inovasi adalah ide baru, cara mengerjakan sesuatu, dll yang telah diperkenalkan atau diteliti.
Inovasi adalah realisasi ide yang unik/kreatif. Realisasi ini biasanya memerlukan solusi kreatif bagi masalah yang muncul dari sejak ide dimunculkan sampai menjadi sebuah pr


Senin, 04 Juli 2011

makna dibalik "serdadu kumbang"

di balik sebuah karya, pasti ada makna.
begitu juga dalam film "serdadu Kumbang"

bisa dibilang, film ini menjadi sebuah potret pendidikan di Indonesia.
sebuah perjuangan untuk mengenal dan meraih apa itu yang dinamakan CITA-CITA

seorang anak yang berbibir sumbing (amek), yang tidak mengerti apa cita-citanya. Dari sekian banyak teman dikelas, hanya dia yang tidak mampu menjawab apa CITA-CITA dia.
tapi uniknya adalah, sang kakak ( minul ) yang mengetahui apa cita-cita anak itu dari kebiasaan dia berlatih menjadi seorang reporter dibalik jendela bambunya :)

cukup menarik
dibalik sebuah keterbatasan, anak sumbing itu mampu mengenal dunia. . .
ya, apalagi kalau tidak dari TV. . .

setiap hari, tetangga anak itu selalu berkata " apa kabar negri kita hari ini? "
kemudian anak itu bercerita tentang berita apa yang dia dapat dari TV. . .

tidak hanya sebatas makna CITA-CITA
tapi film itu juga memberikan makna sebuah KETULUSAN


makna itu diceritakan dengan seorang kakak ( Minul ) yang menyayangi adiknya yang berbibir sumbing ( Amek ). . .
kakak yang rela membuka uang tabungannya demi menebus kuda milik adiknya
karena dia tau, adiknya sangat menyayangi kudanya. . .

sesuatu yang simple sebenarnya, tapi mengandung sebuah makna yang dalam di sebuah keluarga. . .
ada sebuah pohon yang tak berdaun, dan di pohon itulah anak-anak sering menggantungkan botol yang didalamnya berisi kertas bertuliskan cita-cita mereka.. .

ada rasa penasaran ketika sang kakak melemparkan botol itu ke pohon. . .
apa yang dia tuliskan di dalam botol itu ?

dan semua itu terjawab

jawabannya adalah. . .

      AMEK
     Cita-Cita

Presenter Berita



tidak ada batasan dalam meraih cita-cita. . .
raihlah cita-citamu setinggi mungkin

jadikan keterbatasan menjadi sebuah tantangan

Rabu, 29 Juni 2011

betapa lucunya potret negri ini

kasus dari Century sampai TKI
dari Gayus sanpe Nazarudin

dan entah sekarang bagaimana kelanjutannya
rakyat serasa diombang ambing dan dipusingkan dengan berita-berita di media
Century belum selesai, pindah ke Antasari

sekarang, Nazaruddin belum selesai,
pindah TKI

berbicara mengenai TKI, musibah yang dialami Ruyati memang sangat memilukan
berita ini sangatlah menggegerkan indonesia

karena
belum lama pak presiden kita yang berpidato mengenai TKI
beberapa hari setelahnya, kasus ruyatin menggemparkan warga

dan tadi
aku sempat mendengar, kasus-kasus yang tidak jauh dari TKI bermunculan
seperti kasus TKI yang hilang tak ada kabar

sebenarnya, apa yang diinginkan pemerintah kita?
keinginanya sendiri ?
materi ?
fasilitas ?
kemewahan ?
jabatan ?
atau apa ?

Lihatlah,
orang-orang yang ada dibawahmu
mereka yang mengemis
mereka yang menyapu jalanan
mereka yang tinggal dibawah kolong jembatan

apakah hati Anda tetap tidak tergerak melihat itu semua ?

dulu, semua serba "janji"

wajarkan, kalau rakyatmu berteriak "turunkan", "naikkan gaji kami","dengarkan kami"
atau rintihan-rintihan lain yang memang itulah SEBENARNYA MAU MEREKA

mereka juga ingin hidup makmur seperti yang Anda "janjikan"

dengarkan mereka
kapan Indonesia Merdeka SESUNGGUHNYA
kalau anda tidak mendengarkan dan membuka lebar-lebar telinga Anda


me

me

you

you

show your own